Spesialis Abon Sapi, Tuna dan Ayam

sayuran alami

sayuran alami

Banyaknya makanan yang menggunakan pengawet buatan atau yang berbahaya bagi kesehatan kerap menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi ibu rumah tangga. Berikut beberapa pengawet alami yang aman digunakan dan mudah ditemukan:

Vitamin C

Vitamin C yang bisa digunakan sebagai penguat imunitas, gigi, dan tulang memiliki manfaat sebagai pengawet makanan yang aman digunakan. Vitamin C mengandung anti-oksidan yang mencegah oksidasi. Sehingga makanan juag akan tetap segar dan penuh warna. Vitamin C dikenal ascorbic acid yang berfungsi sebagai vitamin dan pengawet. Bahan pengawet ini biasa ditemukan did aging olahan (ham), berbagai jus buah, tepung sereal, jelly, dan jamur kalengan.

Asam sitrat (citric acid)

Sama halnya dengan vitamin C, asam sitrat merupakan pengawet alami yang aman digunakan. Kandungan asamnya berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Asam sitrat banyak digunakan pada aneka minuman ringan sebagai pengawet dan penambah rasa.

Sodium benzoate dan asam benzoate

Kedua zat pengawet yang terdengar sangat kimia tersebut banyak terdapat pada buah cranberries, buah yang telah dikeringkan, plum, kulit manis, cengkeh, dan apel. Kedua bahan pengawet mengandung anti-bakteri sehingga mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Beberapa produk makanan yang mengandung bahan pengawet ini adalah selai, minuman, salad, dan kue tart.

Chitosan

Menurut Ketua Departemen Teknologi Hasil Perairan (FPIK-IPB), Dr. Ir. Linawati chitosan merupakan bahan pengawet organic yang diperoleh dari polimer chitin. Polimer chitin didapatkan dari limbah udang dan rajungan. Kadar chitin dalam udang adalah 60 – 70% bila diproses menjadi chitosan menghasilkan 15 – 20%. Bahan yang mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun ini bila digunakan pada ikan asin berfungsi sebagai pelapis (coating). Penggunaan chitosan berfungsi sebagai pelindung ikan dari hinggapan lalat dan menghambat pertumbuhan bakteri. Penggunaan bahan ini mampu mengawetkan ikan hingga 8 minggu.

Asap cair

Menurut Dr. AH. Bambang Setiadji, Dosen Fakultas MIPA, UGM, asap cair mampu menjadi bahan pengawet yang berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan. Di bidang perkebunan, asap cair digunakan untuk memadatkan lateks (koagulasi). Asap cair bersifat anti jamur, antibakteri, dan anti-oksidan yang dapat memperbaiki kualitas karet. Bidang industry menggunakan asap cair untuk mencegah serangan rayap. Sedangkan di bidang pangan, asap cair digunakan 25% dan 75% harus dicampurkan dengan air. campuran tersebut dapat digunakan untuk mengawetkan ikan dan daging dan direndam selama 15 menit. Pengawetan menggunakan asap cair dapat mengawetkan selama 25 hari.

Kunyit

Selain digunakan sebagai pengawet tahu, kunyit dapat digunakan sebagai pewarna dan pengawet makanan alami karena berfungsi sebagai antibiotik dan mencegah agar tidak asam. Kunyit bersifat antioksidan, antibakteri, antiradang, dan antikanker. Sebaiknya dalam menggunakan kunyit tidak melalui pemanasan, terkena cahaya, dan lingkungan yang basah, serta dihaluskan.

Air ki

Sudah umum diketahui jika air ki dapat mengawetkan mie hingga 2 hari. Cara mendapatkannya adalah dengan membakar merang padi, diambil abunya, lalu larutkan dengan air, kemudian diendapkan hingga terpisah air dan abunya.

Garam

Sejak dulu, garam telah digunakan sebagai pengawet makanan alami untuk meningkatkan umur simpan ikan serta berbagai jenis produk daging. Penambahan garam pada makanan atau pengasinan berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan melindungi makanan dari ragi dan jamur, sehingga mencegah pembusukan makanan.

Gula

Gula terutama digunakan untuk mengawetkan buah-buahan. Pengawet makanan alamiyang digunakan dalam bentuk kristal atau sebagai sirup. Gula mempertahankan makanan dengan membunuh mikro organism atau menghambat pertumbuhannya. Makanan manis tersebut menarik air keluar dari mikro organisme melalui proses osmosis.

Cuka

Cuka dianggap sebagai salah satu bahan pengawet alami yang efektif bagi makanan. Asam asetat dalam cuka membunuh bakteri, sehingga menjaga makanan dalam jangka waktu yang lama.

Ekstrak rosemary

Ekstrak rosemary digunakan sejak abad pertengahan di Pegunungan Alpen. Ekstrak ini digunakan sebagai bahan pengawet alami yang didapatkan dari penyulingan. Ekstrak rosemary bersifat antioksidan sehingga meningkatkan durasi penyimpanan makanan. Selain mengawetkan, rosemary tetap mempertahankan rasa dan warna makanan.

Sumber: ekoprasetya.wordpress.com dan tipsku.info

Iklan

Comments on: "Berbagai Pengawet Alami" (1)

  1. emsybrothers said:

    Reblogged this on emsybrothers.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: